Senin, 05 Juli 2021

TUGAS MANDIRI 06 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KAMPUS MILENIAL ITBI

 NAMA                    : JUNITA SIMANJUNTAK

KELAS                    : PAGI

PRODI                    : D3 AKUNTANSI                 

 

 

         ''SISTEM INFORMASI AKUNTANSI''
Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem informasi berbasis komputerisasi yang bertujuan untuk mengolah data keuangan. Data ini berhubungan dengan data transaksi dalam siklus akuntansi dan disajikan dalam bentuk laporan keuangan kepada manajemen perusahaan.

Sistem informasi akuntansi menghasilkan 2 jenis informasi akuntansi, yakni:

  • Informasi akuntansi keuangan, artinya informasi yang dibuat dalam bentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak ekstern.
  • Informasi akuntansi manajemen, informasi ini berguna bagi pihak manajemen dalam rangka pengambilan keputusan.
Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

  1. Mengolah dan menyimpan data seluruh transaksi keuangan.
  2. Memproses data keuangan menjadi informasi dalam pengambilan keputusan manajemen mengenai
  3. Perencanaan dan pengendalian usaha.
  4. Pengawasan terhadap seluruh aktifitas keuangan perusahaan.
  5. Efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan.
  6. Penyajian data keuangan yang sistematis dan akurat dalam periode akuntansi yang tepat.

Komponen Sistem Informasi Akuntansi

  1. Manusia, pelaku yang menjalankan sistem.
  2. Transaksi, objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi.
  3. Prosedur, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
  4. Dokumen, formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
  5. Peralatan, suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.
Fungsi Sistem Informasi Akuntansi
Dengan 5 komponen SIA di atas, fungsi dari SIA itu sendiri dalam suatu perusahaan atau organisasi akan dapat terlaksana. Adapun fungsi sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut, dan para pelaku yang terlibat dalam aktivitas tersebut, agar para manajemen, para pegawai, dan pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang (review) hal-hal yang telah terjadi.
2. Mengubah data menjadi informasi. Ini merupakan fungsi vital dari SIA. Ketika data menjadi informasi, maka informasi tersebut akan sangat bermanfaat baik bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
3. Fungsi yang ketiga dari SIA adalah tersedianya pengendalian. Sebagaimana kita tahu bahwa dalam ranah organisasi yang lingkupnya besar seperti perusahaan, terjadinya fraud atau kecurangan bukanlah hal yang langka. Dengan adanya SIA, perusahaan akan mampu untuk menjaga aset-aset organisasi, termasuk data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat, dan andal.
Apabila fungsi SIA berjalan dengan maksimal sesuai dengan fungsi di atas, maka manajemen sebuah perusahaan juga akan ikut maksimal. Perlu dicatat bahwa SIA yang efektif penting bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Manfaat sistem informasi akuntansi sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan bisnis di berbagai fungsi manajerial merupakan hal yang sangat penting, terlebih untuk meningkatkan kinerja keuangan dalam usaha. Ada beberapa manfaat sistem informasi akuntansi dalam perusahaan, antara lain:

  1. Memberikan informasi yang tepat dan akurat sehingga kegiatan utama bisa dilakukan dengan efektif dan efisien
  2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi
  3. Meningkatkan efisiensi
  4. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan
  5. Meningkatkan pengetahuan
Karakteristik Sistem Informasi Akutansi

Sistem informasi akuntansi memiliki karakteristik tersendiri. Ada beberapa pendapat mengenai karakteristik SIA. Salah satunya dikemukakan oleh James, A. Hall dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi (2007). Ia berpendapat bahwa karakteristik kualitas informasi akuntansi dibagi menjadi:

  1. Relevan
  2. Tepat Waktu
  3. Akurat
  4. Lengkap
  5. Rangkuman (ringkasan)
Adapun penjelasan kriteria-kriteria di atas adalah:
*Relevan
Informasi yang relevan merupakan informasi yang perlu diketahui untuk memberikan pemahaman yang baru. Laporan yang hanya bersifat sementara, dan selanjutnya tidak relevan harus dihentikan pembuatannya.
*Tepat Waktu
Umur informasi merupakan faktor yang kritikal dalam menentukan kegunaannya. Informasi harus tidak lebih tua dari periode waktu tindakan yang didukungnya.
*Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan yang sifatnya material. Kesalahan-kesalahan material ada ketika jumlah informasi yang tidak akurat menyebabkan pemakainya melakukan keputusan yang buruk atau gagal melakukan keputusan yang diperlukan.
*Lengkap
Tidak ada bagian informasi yang esensial bagi pengambilan keputusan atau pelaksanaan tugas yang hilang. Informasi yang tidak lengkap bisa menimbulkan kesulitan, karena informasi yang tidak disertakan itu akan menjadi unsur ketidakpastian yang besar.
*Rangkuman (ringkasan)
Informasi harus diagregasi agar sesuai dengan kebutuhan pemakai. Informasi yang ringkas dan mengikhtisarkan data relevan yang menunjukan bidang-bidang penyimpangan terhadap tingkat normal, standar, atau yang direncanakan merupakan bentuk informasi yang banyak diperlukan oleh para pemakai informasi.

Sementara itu, menurut Raymond dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Manajemen (2001), sistem informasi akuntansi memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. Melaksanakan tugas yang diperlukan .Perusahaan tidak memutuskan untuk melaksanakan pengolahan data atau tidak.Perusahaan diharuskan oleh undang-undang untuk memelihara catatan kegiatannya.Elemen-elemen dalam lingkungan seperti pemerintah, pemegang saham dan pemilik, serta masyarakat keuangan menuntut perusahaan agar melakukan pengolahan data. Tetapi bahkan jika lingkungan tidak memintanya, manajemen perusahaan pasti menerapkan SIA sebagai cara mencapai dan menjaga pengendalian.
  2. Berpegang pada prosedur yang relatif rendah . Peraturan dan praktek yang diterima menentukan cara pelaksanaan pengolahan data.Segala jenis organisai mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama.
  3. Menagani data yang rinci. Karena berbgai catatan pengolahan data menjelaskan kegiatan perusahaan secara rinci, catatan tersebut menyediakn jejak audit(audit trail).Jejak audit adalah kronologi kegiatan yang dapat di telusuri dari awal hingga akhir, dan dari akhir ke awal.
  4. Terutama berfokus historis. Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau.Ini terutama terjadi jika pengolahan berkelompok (batch) digunakan
  5. Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal. SIA menghasilkan sebagian output informasi bagi manajer perusahaan.Laporan akuntansi dasar seperti laporan rugi laba dan neraca merupakan contohnya
 2.''SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN''
Definisi Penjualan
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, menyebutkan bahwa: Penjualan adalah kegiatan yang terdiri dari penjualan barang atau jasa baik secara kredit maupun secara tunai.”
Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, definisi penjualan adalah sebagai berikut: “Penjualan adalah kegiatan yang terdiri dari penjualan barang atau jasa baik secara kredit maupun secara tunai .”

Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
A.   Fungsi Yang Terkait
Beberapa fungsi yang terkait dalam prosedur penjualan menurut Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi adalah sebagai berikut :
1.    Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggungjawab sebagai penerima kas dari pembeli.
2.    Fungsi Gudang
Fungsi gudang berfungsi untuk menyediakan barang yang diperlukan oleh pelanggan sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.
3.    Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggungjawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan pembuatan laporan penjualan.
4.    Fungsi Pengiriman
Fungsi pengiriman berfungsi untuk menyerahkan barang yang kuantitas, mutu, dan spesifikasinya sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.

B.    Dokumen yang Digunakan
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan, menurut Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi adalah sebagai berikut :
1.    Faktur Penjualan Tunai
Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai.
2.   Bukti Setor Bank
Dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas ke bank
 3. Rekap Harga Pokok Penjualan
Digunakan oleh fungsi akuntansi untuk meringkas harga pokok produk yang dijual selama satu periode.

C.    Catatan yang Digunakan
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan adalah:
1.    Jurnal Penjualan
Jurnal Penjualan, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik secara kredit maupun tunai.
2.    Jurnal Umum                                                             
Jurnal Umum, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.
3.    Kartu Persediaan.
Kartu Persediaan, catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
Berikut ini adalah flowchart penjualan pada toko Rejeki :
1. Flowchart Penjualan Tunai



Deskripsi Tugas dan Wewenang Masing-masing Bagian
       1.Pembeli
  •     Mencatat data data spring bed yang diinginkan
  •     Memberikan data spring bed yang diinginkan kepada bagian penjualan
  •     Menerima info dan harga spring bed yang diinginkan dari bagian penjualan
  •     Memberikan data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada bagian penjualan
  •     Menerima nota tembusan (rangkap ke-2) dari bagian penjualan
  •     Menerima barang langsung dari bagian penjualan jika barang tidak dikirim
  •     Menandatangani nota yang diberikan oleh bagian pengiriman
  •      Menyerahkan kembali nota yang telah ditandatangani kepada bagian pen
  •       Memberikan pelunasan pembayaran terhadap barang yang dibeli kepada bagian pengiriman
2.       Bagian Penjualan
 -   Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
 -  Memberikan info dan harga spring bed kepada pembeli sesuai dengan data spring bed yang diinginkan pembeli
-  Menghubungi bagian gudang dan menyerahkan data spring bed yang diinginkan oleh pembeli kepada bagian gudang
-  Menerima spring bed yang telah disiapkan oleh bagian gudang sesuai permintaan pembeli
-   Meminta data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada pembeli
-   Menerima data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman dari pembeli
-  Membuat nota rangkap 2 dan mencatat data pembelian, pembayaran, dan info pengiriman pada nota
-   Memberikan nota tembusan(rangkap ke-2)  kepada pembeli jika barang tidak dikirim
-   Memberikan barang langsung ke pembeli jika barang tidak dikirim
-   Menyerahkan nota asli dan barang pada bagian pengiriman jika barang dikirim ke pembeli
-   Menerima nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian pengiriman
-  Memberikan nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli kepada bagian akuntansi

4.       Bagian Pengiriman
-   Menerima nota asli dan barang yang diinginkan pembeli dari bagian penjualan
-   Mengirim barang kepada pembeli
-   Menyerahkan barang kepada pembeli
-    Meminta pembeli menandatangani nota sebagai bukti bahwa barang telah dikirim ke tempat pembeli
-    Menerima nota yang telah ditandatangani oleh pembeli
-    Meminta pelunasan pembayaran barang kepada pembeli
-     Menerima pelunasan pembayaran barang dari pembeli
-     Memberikan nota dan pelunasan pembayaran barang dari pembeli kepada bagian penjualan

5.       Bagian Akuntansi
- Menerima nota dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian penjualan
-   Membuat laporan penjualan rangkap 2
-   Memberikan laporan penjualan asli (rangkap 1) kepada pimpinan
-   Menyimpan nota asli (rangkap 1)
-   Menyimpan laporan penjualan tembusan (rangkap 2)

6.       Pimpinan
-  Menerima laporan penjualan asli (rangkap 1) dari bagian akuntansi
2. Flowchart Penjualan Kredit



Deskripsi Tugas dan Wewenang Masing-masing Bagian
1.       Lembaga Kredit
-          Memberikan info kredit kepada pembeli
-          Menerima kelengkapan administrasi kredit dari pembeli
-          Memeriksa kelayakan kredit
-          Membuat perjanjian kredit rangkap 2
-          Memberikan perjanjian kredit rangkap 2 kepada pembeli untuk ditandatangani
-          Menerima perjanjian kredit (2 rangkap) yang telah ditandatangani oleh pembeli
-          Menandatangani perjanjian kredit (2 rangkap)
-          Menyimpan perjanjian kredit yang asli (rangkap ke-1)
-        Mengunjungi toko dan menyerahkan data barang yang diinginkan pembeli kepada bagian penjualan
-  Memberikan data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada bagian penjualan
2.       Pembeli
-          Mencatat data data spring bed yang diinginkan
-          Memberikan data spring bed yang diinginkan kepada bagian penjualan
-          Menerima info dan harga spring bed yang diinginkan dari bagian penjualan
-          Menerima info mengenai alternatif lembaga kredit dari bagian penjualan
-          Mengunjungi lembaga kredit sesuai dengan pilihan pembeli
-          Meminta info kredit kepada lembaga kredit
-          Menerima info kredit dari lembaga kredit
-          Memberikan kelengkapan administrasi kredit kepada lembaga kredit
-          Menerima perjanjian kredit rangkap 2 untuk ditandatangani dari lembaga kredit
-          Menandatangani perjanjian kredit (2 rangkap)
-          Memberikan perjanjian kredit (2 rangkap) yang telah ditandatangani kepada lembaga kredit
3.       Bagian Penjualan
        Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
-         Memberikan info dan harga spring bed kepada pembeli sesuai dengan data spring bed yang diinginkan        pembeli
       Memberikan info mengenai alternatif lembaga kredit kepada pembeli
-        Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
-       Menghubungi bagian gudang dan menyerahkan data spring bed yang diinginkan oleh pembeli kepada      bagian gudang
-        Menerima spring bed yang telah disiapkan oleh bagian gudang sesuai permintaan pembeli
-        Meminta data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada lembaga kredit
-        Menerima data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman dari lembaga kredit
-         Membuat nota rangkap 2 dan mencatat data pembelian, pembayaran, dan info pengiriman pada nota
-         Memberikan nota tembusan(rangkap ke-2)  kepada lembaga kredit jika barang tidak dikirim
-         Memberikan barang langsung ke lembaga kredit jika barang tidak dikirim
-         Menyerahkan nota asli dan barang pada bagian pengiriman jika barang dikirim ke pembeli
-        Menerima nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian pengiriman
-    Memberikan nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli kepada bagian akuntansi
4.       Bagian Gudang
-          Menerima data spring bed yang diinginkan oleh  pembeli dari bagian penjualan
-          Menyiapkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli
-          Menyerahkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli kepada bagian penjualan
5.       Bagian Pengiriman
-          Menerima nota asli dan barang yang diinginkan pembeli dari bagian penjualan
-          Mengirim barang kepada pembeli
-          Menyerahkan barang kepada pembeli
-         Meminta pembeli menandatangani nota sebagai bukti bahwa barang telah dikirim ke tempat pembeli
-          Menerima nota yang telah ditandatangani oleh pembeli
-          Meminta pelunasan pembayaran barang kepada pembeli
-          Menerima pelunasan pembayaran barang dari pembeli
-          Memberikan nota dan pelunasan pembayaran barang dari pembeli kepada bagian penjualan
6.       Bagian Akuntansi
-  Menerima nota dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari  bagian penjualan
-     Membuat laporan penjualan rangkap 2
-     Memberikan laporan penjualan asli (rangkap 1) kepada pimpinan
-     Menyimpan nota asli (rangkap 1)
-     Menyimpan laporan penjualan tembusan (rangkap 2)
 7.     Pimpinan
-  Menerima laporan penjualan asli (rangkap 1) dari bagian akuntansi

Kamis, 17 Juni 2021

TUGAS MANDIRI 05 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KAMPUS MILENIAL ITBI

 

Nama       : Junita Simanjuntak

Kelas       : Pagi

Prodi        : D3 Akuntansi

 

 

 

1.   Unsur pengendalian intern yang dilakukan perusahaan dalam Sistem Akuntansi Penerimaan Kas yakni :

A.   Organisasi

1)   Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kas.

2)   Fungsi kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.

3)   Transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi.

B.   Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan

1)   penerimaan order dari pembelian diotorisasi oleh fungsi-fungsi penjualan dengan menggunakan fomulir faktur penjualan tunai.

2)   Penerimaan kas diotorisasikan oleh fungsi kas dengan cara membubuhkan cap lunas pada faktur tersebut.

3)   Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan otorisasi dari bank penerbit kartu kredit.

4)   Penyerahan barang diotorisasi oleh bagian pengiriman dengan cara membubuhkan cap “Sudah Diserahkan” pada faktur penjualan tunai.

5)   Pencatatan ke dalam buku jurnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda pada faktur penjualan tunai.

C.   Praktik yang Sehat

1)   Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh fungsi penjualan.

2)   Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengna transaksi penjualan tunai atau hari kerja berikutnya.

3)   Perhitungsn saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodic dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksaan intern (Mulyadi 2001 : 470-471).

2.   Jaringan prosedur yang membentuk sistem penerimaan kas dari penjualan tunai menurut Mulyadi (2013:469) adalah :

1)   Prosedur Order Penjualan

Dalam prosedur ini fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan membuat faktur penjualan tunai untuk memungkinkan pembeli melakukan pembayaran harga barang ke fungsi kas dan untuk memungkinkan fungsi gudang dan fungsi pengiriman menyiapkan barang yang akan diserahkan kepada pembeli.

2)   Prosedur Penerimaan Kas

Dalam prosedur ini fungsi kas menerima pembayaran harga barang dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran (berupa pita register kas dan cap “lunas” pada faktur penjualan tunai) kepada pembeli untuk memungkinkan pembeli tersebut melakukan pengambilan barang yang dibelinya dari fungsi pengiriman.

3)   Prosedur Penyerahan Barang

Dalam prosedur ini fungsi pengiriman menyerahkan barang kepada pembeli.

4)   Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai

Dalam prosedur ini fungsi akuntansi melakukan pencatatan transaksi penjualan tunai dalam jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas. Di samping itu fungsi akuntansi juga mencatat berkurangnya persediaan barang yang dijual dalam kartu persediaan.

5)   Prosedur Penyetoran Kas ke Bank

Sistem pengendalian intern terhadap kas mengharuskan penyetoran dengan segera ke bank semua kas yang diterima pada suatu hari. Dalam prosedur ini fungsi kas menyetorkan kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank dalam jumlah penuh.

6)   Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas

Dalam prosedur ini, fungsi akuntasi mencatat penerimaan kas ke dalam jurnal penerimaan kas berdasarkan bukti setor bank yang diterima dari bank melalui fungsi kas.

7)   Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan

Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi membuat rekapitulasi harga pokok penjualan berdasarkan data yang dicatat dalam kartu persediaan. Berdasarkan rekapitulasi harga pokok penjualan ini, fungsi akuntansi membuat bukti memorial sebagai dokumen sumber untuk pencatatan harga pokok penjualan ke dalam jurnal umum.

3.   Bukti kas keluar dalam system pengeluaran kas berfungsi sebagai perintah kepada fungsi kas untuk mengisi cek sebesar jumlah rupih yang tercantum pada dokumen tersebut dan mengirimkan cek tersebut kepada kreditur yang namanya ditulis dalam dokumen tersebut.

4.   fungsi kas dalam sistem pengeluaran kas. Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan menyerahkan cek kepada pemegang dana kas kecil pada saat pembentukan dana kas kecil dan saat pengisian kembali dana kas kecil.

5.   unsur-unsur pengendalian akuntansi terhadap kas yang bersangkutan dengan praktik yang sehat yaitu sbb:

1)   Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh fungsi penjualan.

2)   Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai atau hari kerja berikutnya.

3)   Penghitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik dan secara mendadak oleh fungsi pemeriiksa intern. 

6.   fungsi fungsi yang terkait dalam sistem pengeluaran kas dan tanggung jawabnya masing-masing yakni sebagai berikut:

1)   Fungsi yang Terkait.

Fungsi yang Memerlukan Pengeluaran Kas.

Jika suatu fungsi memerlukan pengeluaran kas, fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek 35 kepada fungsi akuntansi (Bagian Utang). Permintaan cek ini harus mendapat persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan.

2)   Fungsi kas

Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur. Fungsi Akuntansi.

3)   Fungsi akuntansi

bertanggung jawab atas; (1) pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan, (2) pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek, (3) pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi kelengkapan dan kesahihan dokumen pendukung.

4)   Fungsi Pemeriksaan Intern

Fungsi ini bertanggung jawab melakukan penghitungan secara periodik dan mencocokkan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan mendadak terhadap saldo kas yang ada di tangan dan membuat rekonsiliasi bank secara periodik.

 

 

UJIAN AKHIR SEMESTER SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KAMPUS MILENIAL ITBI

  Nama              : Junita Simanjuntak Kelas               : Pagi Prodi               : D3 Akuntansi       1.     fungsi-fu...