Kamis, 17 Juni 2021

TUGAS MANDIRI 05 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KAMPUS MILENIAL ITBI

 

Nama       : Junita Simanjuntak

Kelas       : Pagi

Prodi        : D3 Akuntansi

 

 

 

1.   Unsur pengendalian intern yang dilakukan perusahaan dalam Sistem Akuntansi Penerimaan Kas yakni :

A.   Organisasi

1)   Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kas.

2)   Fungsi kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.

3)   Transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi.

B.   Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan

1)   penerimaan order dari pembelian diotorisasi oleh fungsi-fungsi penjualan dengan menggunakan fomulir faktur penjualan tunai.

2)   Penerimaan kas diotorisasikan oleh fungsi kas dengan cara membubuhkan cap lunas pada faktur tersebut.

3)   Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan otorisasi dari bank penerbit kartu kredit.

4)   Penyerahan barang diotorisasi oleh bagian pengiriman dengan cara membubuhkan cap “Sudah Diserahkan” pada faktur penjualan tunai.

5)   Pencatatan ke dalam buku jurnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda pada faktur penjualan tunai.

C.   Praktik yang Sehat

1)   Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh fungsi penjualan.

2)   Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengna transaksi penjualan tunai atau hari kerja berikutnya.

3)   Perhitungsn saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodic dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksaan intern (Mulyadi 2001 : 470-471).

2.   Jaringan prosedur yang membentuk sistem penerimaan kas dari penjualan tunai menurut Mulyadi (2013:469) adalah :

1)   Prosedur Order Penjualan

Dalam prosedur ini fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan membuat faktur penjualan tunai untuk memungkinkan pembeli melakukan pembayaran harga barang ke fungsi kas dan untuk memungkinkan fungsi gudang dan fungsi pengiriman menyiapkan barang yang akan diserahkan kepada pembeli.

2)   Prosedur Penerimaan Kas

Dalam prosedur ini fungsi kas menerima pembayaran harga barang dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran (berupa pita register kas dan cap “lunas” pada faktur penjualan tunai) kepada pembeli untuk memungkinkan pembeli tersebut melakukan pengambilan barang yang dibelinya dari fungsi pengiriman.

3)   Prosedur Penyerahan Barang

Dalam prosedur ini fungsi pengiriman menyerahkan barang kepada pembeli.

4)   Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai

Dalam prosedur ini fungsi akuntansi melakukan pencatatan transaksi penjualan tunai dalam jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas. Di samping itu fungsi akuntansi juga mencatat berkurangnya persediaan barang yang dijual dalam kartu persediaan.

5)   Prosedur Penyetoran Kas ke Bank

Sistem pengendalian intern terhadap kas mengharuskan penyetoran dengan segera ke bank semua kas yang diterima pada suatu hari. Dalam prosedur ini fungsi kas menyetorkan kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank dalam jumlah penuh.

6)   Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas

Dalam prosedur ini, fungsi akuntasi mencatat penerimaan kas ke dalam jurnal penerimaan kas berdasarkan bukti setor bank yang diterima dari bank melalui fungsi kas.

7)   Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan

Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi membuat rekapitulasi harga pokok penjualan berdasarkan data yang dicatat dalam kartu persediaan. Berdasarkan rekapitulasi harga pokok penjualan ini, fungsi akuntansi membuat bukti memorial sebagai dokumen sumber untuk pencatatan harga pokok penjualan ke dalam jurnal umum.

3.   Bukti kas keluar dalam system pengeluaran kas berfungsi sebagai perintah kepada fungsi kas untuk mengisi cek sebesar jumlah rupih yang tercantum pada dokumen tersebut dan mengirimkan cek tersebut kepada kreditur yang namanya ditulis dalam dokumen tersebut.

4.   fungsi kas dalam sistem pengeluaran kas. Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan menyerahkan cek kepada pemegang dana kas kecil pada saat pembentukan dana kas kecil dan saat pengisian kembali dana kas kecil.

5.   unsur-unsur pengendalian akuntansi terhadap kas yang bersangkutan dengan praktik yang sehat yaitu sbb:

1)   Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh fungsi penjualan.

2)   Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai atau hari kerja berikutnya.

3)   Penghitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik dan secara mendadak oleh fungsi pemeriiksa intern. 

6.   fungsi fungsi yang terkait dalam sistem pengeluaran kas dan tanggung jawabnya masing-masing yakni sebagai berikut:

1)   Fungsi yang Terkait.

Fungsi yang Memerlukan Pengeluaran Kas.

Jika suatu fungsi memerlukan pengeluaran kas, fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek 35 kepada fungsi akuntansi (Bagian Utang). Permintaan cek ini harus mendapat persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan.

2)   Fungsi kas

Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur. Fungsi Akuntansi.

3)   Fungsi akuntansi

bertanggung jawab atas; (1) pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan, (2) pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek, (3) pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi kelengkapan dan kesahihan dokumen pendukung.

4)   Fungsi Pemeriksaan Intern

Fungsi ini bertanggung jawab melakukan penghitungan secara periodik dan mencocokkan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan mendadak terhadap saldo kas yang ada di tangan dan membuat rekonsiliasi bank secara periodik.

 

 

TUGAS MANDIRI 04 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KAMPUS MILENIAL ITBI

 

Nama           : Junita Simanjuntak

Kelas            : Pagi

Prodi            : D3 Akuntansi

 

 

1.    Sistem akuntansi pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan.Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan mengeluarkan order Pembelian kepada pemasok yang dipilih.

2.    Jaringan prosedur yang membentuk sistem akutansi pembelian yakni sebagai berikut :

1)   prosedur permintaan pembelian

2)   prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan

3)   pemasok

4)   prosedur order pembelian

5)   prosedur penerimaan barang

6)   prosedur pecatatan utang dan 

7)   prosedur distribusi pembelian.

3.    Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem retur pembelian ada dua (2) yaitu :

1)   Memo Debit Merupakan formulir yang diisi oleh fungsi pembelian yang memberikan otorisasi bagi fungsi pengiriman untuk mengirimkan kembali barang yang telah dibeli oleh perusahaan dan bagi fungsi akuntansi untuk mendebit rekening utang karena transaksi retur pembelian.

2)   Laporan Pengiriman Barang Dokumen ini dibuat oleh fungsi pengiriman untuk melaporkan jenis kuantitas barang yang dikirimkan kembali kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian dalam memo debit dari fungsi pembelian.

4.    dokumen-dokumen yang dipakai dalam sistem akuntansi pembelian ;

1)   surat permintaan pembelian barang

Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti yang tersebut dalam surat permintaan pembelian.

2)   surat permintaan penawaran harga

Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang pengadaannya tidak bersifat berulang kali terjadi (tidak repetitif), yang menyangkut jumlah rupiah pembelian yang besar.

3)   surat order pembelian

Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih.

4)   Laporan Penerimaan

Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu dan kuantitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian.

5)   Surat perubahan order

Kadangkala diperlukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan kuantitas, jadwal penyerahan barang, spesifikasi, penggantian atau hal lain yang bersangkutan dengan perubahan bisnis. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian.

6)   Bukti kas keluar

Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran utang kepada pemasok.

5.    Unsur - unsur pengendalian intern yang dilakukan perusahaan dalam Sistem Akuntansi Penggajian & Pengupahan ada beberapa yakni sebagai berikut :

A.   Struktur dalam organisasi

1)   Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi pembayaran gaji dan upah.

2)   Fungsi pencatat waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasional

B.    Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan

1)   Setiap karyawan yg namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah harus memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yg ditandatangani oleh Direktur Utama

2)   Setiap perubahan gaji dan upah karyawan yg disebabkan oleh perubahan pangkat, perubahan tarif gaji dan upah, tambahan keluarga harus didasarkan pada surat keputusan Direktur Keuangan

3)   Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan selain pajak penghasilan karyawan harus didasarkan pada surat potongan gaji dan upah yg diotorisasi oleh fungsi kepegawaian

4)   Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh fungsi pencatat waktu

5)   Perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala departemen karyawan yg bersangkutan

6)   Daftar gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi personalia

7)   Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi

8)   Perubahan dalam catatan penghasilan karyawan harus direkonsiliasi terlebih dengan daftar gaji dan upah karyawan

9)   Tarif upah yg dicantumkan dalam kartu jam kerja diverivikasi terlebih dahulu oleh fungsi akuntansi

C.   Praktik yang Sehat

1)   Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yg terakhir dipakai sebagai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung

2)   Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu

3)   Pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi akuntansi sebelum melakukan pembayaran gaji dan upah

4)   Perhitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi terlebih dahulu dengan catatan penghasilan karyawan

UJIAN AKHIR SEMESTER SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KAMPUS MILENIAL ITBI

  Nama              : Junita Simanjuntak Kelas               : Pagi Prodi               : D3 Akuntansi       1.     fungsi-fu...