NAMA : JUNITA SIMANJUNTAK
KELAS : PAGI
PRODI : AKUNTANSI
1. Sistem adalah sekelompok unsur/variabel yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai target/tujuan tertentu. Sistem dibuat untuk memudahkan suatu pekerjaan yang dilakukan berulang kali secara rutin.
Informasi adalah data yang didapatkan dari lapangan untuk diolah serta dijadikan dasar kuat untuk pengambilan keputusan.
Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi adalah adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengolah data secara cepat dan akurat.
Nah dari pengertian diatas, dapat kita ( saya ) simpulkan bahwa sistem informasi akuntansi dapat diartikan sebagai sebuah sistem informasi yang sengaja dibuat untuk mempermudah kegiatan/hal-hal yang berkaitan akuntansi. SIA memang memiliki manfaat yang luar biasa, kita bisa menyingkat waktu dan memperbesar keakuratan analisis akuntansi. Karena itulah dalam perusahaan-perusahaan besar sistem informasi sangat penting, karena akan sangat meningkatkan produktifitas perusahaan.
2. Sistem Informasi Akuntansi Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Karakteristik SIA keuangan :
1) Untuk memenuhi kebutuhan informasi pihak ekstern perusahaan
2) Lebih menitikberatkan pada informasi peristiwa keuangan pada masa lampau.
3) Pengolahan informasi akuntansi pada keseluruhan prinsip2 yang berlaku umum.
4) Pengolahan informasi keuangan pada keseluruhan organisasi perusahaan
Sedangkan, Sistem informasi manajemen, adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras(hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Karakteristik SIA Manajemen :
1) Pemakai informasi pihak intern perusahaan untuk menilai efisiensi dan efektivitas
2) Lebih berorientasi untuk perencanaan pada masa yang akan datang
3) Pengolahan informasi tidak perlu berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (standar)
4) Titik berat informasi pada departementalisasi organisasi perusahaan
Maka dapat ditarik beberapa perbedaan dari sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yakni sebagai berikut :
1) SIA berkewajiban untuk memberikan informasi dengan lingkungan sedangkan SIM tidak, SIM hanya merupakan usaha seorganisasi.
2) SIA hanya menangani informasi dalam hal akutansi saja sedangkan SIM hampir semua masalah dibahas dan dicari pemecahannya.
3) Output SIA masih luas, bisa dijadikan sebagai bahan bagi manajer maupun sumber data bagi sistem lain, sedangkan SIM hanya menyediakan informasi bagi manajer untuk dicari pemecahannya.
4) SIA lebih berorientasi kepada data, sedangkan SIM lebih berorientasi kepada informasi.
5) SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedangkan SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
3. Sistem pengendalian intern atau disebut juga kontrol intern merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dibuat dalam membantuk organisasi dalam mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu.
Pengendalian intern adalah suatu cara dalam mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi atau perusahaan. Sistem ini memiliki peran penting dalam mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) ataupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).
Terdapat tujuan sistem pengendalian intern antara lain:
1) Menjaga kekayaan organisasi
2) Melaksanakan pemeriksaan ketelitian dan keandalan data akuntansi
3) Memberikan dorongan efisiensi operasional
4) Memberikan dipatuhinya kebijaksanaan manajemen.
4. Dalam transaksi penjualan kredit, jika order dari pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahaan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada pelanggannya. kegiatan penjualan kredit memungkinkan perusahaan menambah volume penjualan dengan memberi kesempatan kepada para pembeli membelanjakan senghasilan yang akan diterima mereka pada masa yang akan datang. Penjualan kredit dapat dilakukan melalui dua sistem yaitu: penjualan kredit dengan kartu kredit perusahaan dan sistem penjualan kredit biasa.
Berikut ini Fungsi Yang Terkait Dalam Sistempenjulan Kredit Dengan Kartu Kredit Perusahaan Adalah:
1)
Fungsi Kredit
fungsi
ini bertanggung jawab atas pemeberian kartu kepada pelanggan yang terpilih.
Fungsi kredit melakuakn pengumpulan informasitentang kemepuan keuangan calon
anggota dengan meminta fotocopy rekening koran bank, keterangan gaji atau
pendapatan calon anggota dari perusahaan tempat ia bekerja.
2)
Fungsi Penjualan
fungsi ini bertangung jawab melayani kebutuhan barang pelanggan. Fungsi
penjualan mengisi faktur penjualan kredit untuk memungkinkan fungsi gudang dan
fungsi pengiriman melaksanakan penyerahan barang kepada pelanggan.
3)
Fungsi Gudang
fungsi ini menyediakan barang yang diperlukan oleh pelanggan sesuai dengan yang
tercantum dalam tembusan faktur penjualan kartu kredit yang diteriam dari
fungsi penjualan.
4)
Fungsi Pengiriman
fungsi ini bertanggung jawab untuk menyerahkan barang yang kuantitas, mutu, dan
spesifikasinya sesuai denganyang tercantum dalam tembusanfaktur penjualan kartu
kredit yang diterima dari fungsi penjualan. Fungsi ini juga bertanggung jawab
untuk memperoleh tanda tangan dari pelanggan diatas faktur penjualan kredit
sebagai bukti telah diterimanya barang yang dibeli oleh pelanggan.
5)
Fungsi Akuntansi
fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat transakasi bertambahnya piutang
kepada pelanggan ke dalam kartu piutang berdasarkan faktur penjualan kartu
kredit yang diterima dari fungsi pengiriman.
6)
Fungsi Penagihan
fungsi ini bertangung jawab untuk membuat surat tagihan secara periodik kepada
pemegang kartu kredit.
Berikut ini adalah beberapa informasi yang diperlukan Manajemen dari transaksi penjualan dengan kartu kredit adalah:
1) Jumlah pendapatan penjualan menurut jenis produk atau kelompok produk selama jangka waktu tertentu.
2) Jumlah piutang kepada setiap debitur dari transaksi penjualan kredit.
3) Jumlah harga pokok produk yang dijual selama jangka waktu tertentu.
4) Nama dan alamat pembeli.
5) Kuantitas produk yang dijual.
6) Nama wiraniaga yang melakukan penjualan.
7) Otorisasi pejabat yang berwenang.
5. Dalam sistem penjualan kredit, dokumen yang digunakan oleh perusahaan biasanya terdiri sebagai berikut :
1) Surat order pengiriman
2) Lembar Disposisi (LD)
3) Surat Pengantar Barang (SPB)
4) Faktur penjualan
5) Surat Penagiha
Berikut dibawah ini adalah salah satu bagan air mengenai penjualan kredit sebagai berikut:
Uraian bagan alir dokumen dari sistem akuntansi penjualan kredit
A. Bagan Order penjualan
1) Menerima order dari pelanggan.
2) Berdasarkan surat order yang diterima dari pelanggan membuat Surat Order Pengiriman dan faktur.
3) Mendistribusikan Surat Order Pengiriman lembar pertama dikirim ke Bagian Gudang, lembar 2, 3, 4, 5 dikirim ke Bagian pengiriman, lembar 6 ke bagian pelanggan, lembar 7 ke bagian kredit, lembar 8, 9 diarsipakan sementara menurut tanggal.
4) Menerima Surat Order pengiriman lembar 7 dan bagian kredit untuk diarsipkan permanan menurut abjad.
5) Menerima Surat Order Pengiriman lembar 1, 2 dari bagian pengiriman pada surat order pengiriman lembar 9.
6) Surat Order Pengiriman lembar 1, 2 dikirim ke bagian Penagihan.
A. Bagian Kredit
B. Berdasarkan Surat Order Pengiriman lembar 7 dari bagian Order Penjualan dilakukan pemeriksaan status kredit.
C. Memberikan otorisasi kredit.
D. Surat Order Pengiriman lembar 7 dikembalikan ke bagian order penjualan.
B. Bagian Gudang
1) Berdasarkan Surat Order Pengiiman lembar 1, dilakukan penyiapan barang.
2) Barang yang telah disiapkan kemudian dilakukan penyerahan barang.
3) Berdasarkan Surat Order Pengiriman lembar 1, maka direkap ke dalam kartu gudang.
4) Bersama dengan barang, Surat Order Pengiriman lembar 1 dikirim ke bagian pengiriman.
C. Bagian Pengiriman
1) Surat Order Pengriman dan barang yang diterima secara bersama dari bagian gudang serta Surat Order Pengiriman lembar 2, 3, 4, 5.
2) Menempel Surat Order Pengiriman lembar 5 pada pembungkus barang sebagai slip pembungkus.
3) Menyerahkan barang kepada perusahaan angkutan.
4) Mengembaliakn Surat Order Pengiriman lembar 1, 2 ke bagian Order Pengiriman dan lembar 3 diserahkan ke perusahaan pengangkutan.
5) Surat Oder Pengiriman lembar 4 diarsipkan secara permanen menurut nomor urut.
1. Bagian Penagihan
1) Menurut faktur berdasarkan Surat Order Pengiriman lembar 1 dan 2 yang diterima dari bagian order Penjualan.
2) Mengirim Faktur lembar 1 ke pelanggan.
3) Mengirim Faktur 2 bersama Surat Order Pengiriman lembar 1 dan 2 ke bagian piutang.
4) Mengirimkan Faktur lembar 3 ke bagian kartu persediaan.
5) Mengirimkan Faktur lembar 4 ke bagian jurnal.
6) Mengirimkan Faktur lembar 5 ke Wiraniaga.
A. Bagian Piutang
1. Faktur yang diterima dari Bagian Penagihan dibuat rekap ke dalam kartu piutang.
2. Faktur dan Surat Order Pengiriman lembar 1 dan surat Muat lembar 2 diarsipkan permanen menurut nomor urut.
3. Bagian Kartu Persediaan
1) Berdasrkan faktur lembar 3, merekap ke kartu persediaan dan faktur tersebut diarsipkan permanen sesuai nomor urut.
2) Berdasarkan kartu persediaan dibuat rekapitulasi harga pokokpenjualan secara periodik.
3) Berdasarkan rekapitulasi harga pokok penjualan membuat bukti memorial.
4) Bukti memorial dan rekapitulasi tersebut dikirim ke bagian jurnal.
5) Bagian Jurnal
1. Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan dan Bukti Memorial direkap ke dalam jurnal umum dan diarsipkan menurut nomor urut.
2. Faktur lembar 4 direkap ke dalam jurnal penjualan kemudian diarsipkan.
6. Maksud dari Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas, adalah bahwa Struktur organisasi merupakan kerangka (framework) pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan. Dalam perusahaan manufaktur misalnya, kegiatan pokoknya adalah memproduksi dan menjual produk. Untuk melaksanakan kegiatan pokok tersebut dibentuk departemen produksi, departemen pemasaran, dan departemen keuangan dan umum. Departemen-departemen ini kemudian terbagi-bagi lebih lanjut menjadi unit-unit organisasi yang lebih kecil untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan.
Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi ini didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini :
1) Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi. Fungsi operasi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk melaksanakan suatu kegiatan misalnya pembelian. Setiap kegiatan dalam perusahaan memerlukan otorisasi dari manajer fungsi yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Fungsi penyimpanan adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk menyimpan aktiva perusahaan. Fungsi akuntansi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk mencatat peristiwa keuangan perusahaan.
2) Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh semua tahap suatu transaksi
7. Menurut Krismiaji (2010:307) bagian yang terkait dalam prosedur penjualan kredit adalah
1) Bagian Penjualan
Bertanggungjawab untuk menerima surat pesanan pembelian dari pelanggan, membuat surat order penjualan, dan meminta persetujuan kredit ke bagian kredit.
2) Bagian Kredit
Bertanggungjawab untuk memeriksa data kredit pelanggan yang mencakup sejarah kredit dan batas kredit pelanggan. Setelah itu memberikan persetujuan kredit terhadap surat order penjualan.
3) Bagian Gudang
Bertanggungjawab untuk mempersiapkan barang yang akan dikirim sesuai dengan surat order penjualan.
4) Bagian pengiriman
Bertanggungjawab untuk mengirim barang yang sesuai dengan surat order penjualan yang telah diotorisasi oleh bagian kredit ke pelanggan, danmenjamin bahwa barang yang dikirim telah sampai ke pelanggan yang disebut dalam surat order penjualan
5) Bagian Penagihan
Bertanggungjawab untuk membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada pelanggan dan mencatat penjualan tersebut dalam jurnal penjualan.
6) Bagian Piutang
Bertanggungjawab untuk memposting transaksi penjualan kredit ke rekening pelanggan yang bersangkutan.
8. Pada umumnya piutang timbul akibat dari transaksi penjualan barang dan jasa perusahaan, di mana pembayaran oleh pihak yang bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli. Dengan kata lain, piutang timbul karena adanya pembelian kredit kepada debitur yang pelunasannya dilakukan secara mengangsur atau dengan cicilan.
9. Jaringan Prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah :
1) Prosedur permintaan pembelian: Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian
2) Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok: Fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada para pemasok untuk memperoleh informasi menganai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain.
3) Prosedur order pembelian: Fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan perusahaan.
4) Prosedur penerimaan barang: Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan mutu barang yang diterima lalu membuat laporan penerimaan barang.
5) Prosedur pencatatan utang: Fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian dan faktur dari pemasok dan mengarsip dokumen dan mencatatnya sebagai utang.
6) Prosedur distribusi pembelian: Meliputi distibusi rekening yang didebit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
10. Sesuai dengan yang telah saya perihalkan dalam tugas mandiri 01 sistem informasi akuntansi dengan Studi Kasus diGardena DepartmentStore&SupermarketYogyakarta ada 2 kesimpulan yakni sebagai berikut :
1) Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Gardena Department Store&SupermarketYogyakarta mengenai analisis sistem informasi akuntansi penjualan tunai, maka dapat disimpulkan bahwasistem informasi akuntansi penjualan tunai pada Gardena Department Store&SupermarketYogyakartasudah memenuhi prinsip-prinsip sistem akuntansi dengan disesuaikan menurut kebutuhan. Hal ini dapat dilihat dari adanya unsur-unsur sistem informasi akuntansi penjualan tunai yaitu input, model yang mengolah data masukkan, output,teknologi, basis data, dan pengendalianyang telah memenuhi kebutuhan dan dapat membantu proses penjualan tunai.
2) Berdasarkanhasil analisis menggunakan metode PIECES, sistem informasi akuntansi penjualan tunai yang diterapkan pada Gardena Department Store&SupermarketYogyakarta sudah sesuaidengan semua aspek yang ada.Baik dalamkerangka kerjaperformance, information, economy, control, efisiency, dan service.Pengendalian internal yang diterapkan oleh perusahaan juga telahmemadai, hal ini dapat dilihat dengan terpenuhinya semua unsur pengendalian internal dalam teori Romney danSteinbarttahun 2015. Unsur-unsur yang sudah terpenuhi antara lain otorisasi transaksi dan aktivitas yang tepat, pemisahan tugas, pengembangan proyek dan pengendalian akuisisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar